thebluewind (thebluewind) wrote,
thebluewind
thebluewind

  • Mood:
  • Music:

Aku Akan Mati

“Aku akan mati.”


Sebuah suara berbunyi di benaknya. “Kenapa kau berpikir begitu?”

 “Aku akan mati. Aku tidak punya kemampuan untuk bertahan hidup.”

Suara di kepalanya berbunyi lagi. “Kau akan hidup.”

Ia tertawa kecil; namun tidak akan ada orang yang memperhatikan gadis berkacamata tanpa sentuhan make up apapun yang duduk di sudut kantin. Semua orang sibuk dengan urusannya dan kelompoknya masing-masing.

“Misalnya saja ya... kalau ada bencana,” bisiknya “aku tidak akan selamat.” Ia mengaduk mi ayam di depannya dengan garpu di tangannya. Kata-kata berikutnya hanya terucap di dalam hati. “Percayalah, kalau ada bencana, pasti aku masuk dalam daftar orang yang meninggal.

Misalnya, apabila naik pesawat, aku pasti akan memperhatikan para pramugari itu memperagakan alat-alat penyelamatan. Meskipun aku tahu pelampung itu tidak akan menolongku, tapi aku tetap memperhatikan.

Benda berwarna menyala itu akan mengapungkanku, tapi dengan ombak laut aku pasti tetap akan masuk keluar dalam air dan secara tidak langsung akan memicu rasa panikku; dan aku tetap akan “tenggelam”; panikku membuatku banyak menghisap dan menelan air garam.

Aku akan mati.

Oh, aku tidak bisa bela diri sama sekali. Haha jangankan bela diri, untuk berlari saja aku tidak kuat. Kalau ada orang yang ingin membunuhku, sekuat apapun aku berusaha—

—aku akan mati.

Atau... di film sering, ‘kan, ada adegan-adegan sang hero hampir saja mati karena jatuh namun ia berhasil menggapai sesuatu yang membuatnya tetap bergantung; itu tidak mungkin untukku. Tanganku tidak akan tahan. Tanganku lemah. Semua bagian dari diriku lemah.

Aku tetap akan mati.

Banyak hal, sih,” ia meraih kantongnya, mengeluarkan sebungkus tisu kecil dari sana dan mengambil selembar; mengelap mulutnya perlahan. Ia melanjutkan dalam hati. “Yang jelas, aku akan mati.”

Mangkok di depannya telah kosong; menyisakan sayuran-sayuran yang tidak ia sukai. Hah, bahkan untuk makan sayur pun ia telah gagal. Ia berdiri dari duduknya; tidak ada yang melihatnya.

Semua orang sibuk dengan dirinya masing-masing. Ya, selalu begitu. Akan selalu begitu.

Ia berjalan melewati keramaian; sebelum suara di kepalanya kembali berkata. “Tapi kau tetap akan memperhatikan pramugari itu mengajarkan cara memakai pelampung, ‘kan? Kalau hal itu benar terjadi, aku yakin kau akan memakai pelampungmu.

Kalau ada orang yang merampokmu atau berniat jahat padamu, kau akan tetap berusaha berlari darinya, ‘kan?

Tidak apa. Tidak apa-apa.

Semua orang pada akhirnya akan mati.

Setidaknya kau sudah berusaha untuk hidup.”

Gadis itu hanya tersenyum dalam diamnya, tidak menjawab. Hingga sepersekian menit berlalu, dan suara di dalam kepalanya berbunyi lagi.

Iya... ‘kan?”
Tags: fandom: original, series: chatterbox of life
  • Post a new comment

    Error

    default userpic
  • 0 comments